It’s Soccer Time

22 11 2007

Today, actually I’m not planning to talk about soccer, futsal, or any kind of sports involving some sweaty guys chasing and kicking a ball around the field like a bunch of kid. Akan tetapi dikarenakan kegagalan tragis (atau lebih baik dibilang konyol) salah satu tim sepakbola yang langganan jadi unggulan di turnamen-turnamen akbar seperti World Cup or Euro, gw jadi gemes bin geregetan buat mencurahkan uneg-uneg, kekesalan, dan caci maki terhadap tim yang sebenernya termasuk favorit gw ini.

Bagi lu semua yg ga demen sepakbola ato bagi yg demen bola tapi blom baca berita di internet hari ini ato di koran pagi (yang ini pasti blom ada sih), simak ini baik2 : Inggris gagal lolos ke putaran final piala Eropa 2008 ato yang lebih dikenal dengan sebutan EURO 2008 yang digelar di Austria-Swiss. Can you imagine that guys?!?! They who claimed their league as the best and the most competitive soccer league, they who claimed themselves to be the founder of the games (soccer) are now left as a spectator for the most anticipated, greatest soccer event for European countries in the forthcoming year. Apa kata duniaaaa??? Well, gw ga tau sih sebenernya apa kata dunia, tapi yang jelas gw mo bilang satu hal: SHAME ON YOU ENGLAND!!! Huh, there you go! (now that I have expressed my feeling, I feel a lot better).

Gw masih nunggu sampe saat ini, siapa yang bakal disalahin sama FA (PSSI nya Inggris bagi yg ga tau) atas kejadian memalukan dan memilukan ini. Pelatihnya kah, pemainnya kah, ato mungkin liga mereka sendiri yang sering disebut sebagai liga terbaik dunia. Daripada susah2 mikir jauh2, lebih baik gw bahas aja salah satu penyebab gagalnya Inggris berbicara lebih lanjut di kancah Euro 2008 (ceile bahasa gw kaya orang gedongan ^^) yaitu pertandingan yang berlangsung tadi pagi subuh (jam 3) antara Inggris-Kroasia yang berkesudahan 2-3 bagi kemenangan Kroasia yang juga semakin mengukuhkan Kroasia sendiri sebagai juara grup E. Menurut gw pertandingan itu seperti sebuah tragedi yang ironis bagi kubu Inggris. Gimana ngga? Dengan ‘bantuan’ dari Israel, tim yang notabene kekuatannya jauh di bawah mereka, Rusia gagal unggul atas mereka pada pertandingan sebelumnya (Israel menang 2-1). Dengan selisih 2 poin, mereka cukup main imbang aja udah pasti lolos ke putaran final. Ditambah lagi faktor maen di kandang sendiri (Wembley), kurang apalagi coba? Masa mo minta ‘bantuan’ lagi sama Andorra yang jadi lawan Rusia pagi ini? Aje gile lu, ke laut aje…

Tapi kenyataan bicara lain bung. Malapetaka Inggris dimulai sebenernya sebelum pertandingan ini dimulai. Beberapa pemain kunci mereka, seperti: Wayne Rooney, Rio Ferdinand, John Terry, dan Ashley Cole cedera dan ngga fit untuk maen tadi pagi. Lu pasti bertanya2 lho kok malapetaka? Bukannya Inggris punya banyak pemain jago lain? Well , mereka punya sih pemain jago lainnya cuma ga tau aja ada di mana gitu. Mungkin pemain2 muda potensial mereka banyak yang kalah pamor sama pemain2 asing di klub mereka masing2 jadinya gitu deh, potensial tapi minim pengalaman, akhirnya ga dilirik untuk masuk ke timnas (kejadian ini mengingatkan gw akan perkembangan sepakbola di sebuah negara berkembang di kawasan Asia Tenggara yang dulunya pernah dijuluki ‘Macan Asia’, siapa yah :-? ). Anyway back to business eh topic, walhasil dengan materi pemain yang ada, mereka turun ke lapangan dan mungkin berpikir “Hey we just need to get a draw, and we’re playing in Wembley, our home. This is gonna be like a walk in a park” And guess what, They’re WRONG! Deadly WRONG! Kroasia maen tanpa beban tadi pagi, dan Inggris? Mereka kaya anak kecil yang baru belajar maen bola. Baru setelah masuknya beberapa pemain di babak kedua permainan agak berubah. Blom sampe 15 menit udah bobol 2 x gawang Inggris, dua-duanya gara2 barisan pertahanan yang maen kaya anak ayam kehilangan induk. Yang pertama gara2 kesalahan Scott ‘goblog’ Carson, gol kedua gara2 kurangnya pengalaman bek2 Inggris yang turun tadi pagi dalam menjalankan jebakan off-side. Momok Inggris tadi pagi gw rasa pada barisan pertahanannya. Beberapa kali keliatan Sol Campbell, yang udah mulai uzur, kalah adu kecepatan sama penyerang2 Kroasia, terlambat nutup ruang tembak, ditambah lagi sering banget salah oper. Terus si Wayne Bridge and Joleon Lescott beberapa kali bikin kesalahan-kesalahan yg ga penting. Cuma Micah Richards doang yang tampil lumayan. Ga becusnya barisan bek ditambah parah dengan dipilihnya Scott ‘goblog’ Carson sebagai kiper. Gw ga abis pikir ama si Steve ‘Kodok Bancet’ McLaren. Udah gila ya dia nurunin kiper segoblog itu di pertandingan penting kaya gini. Mungkin dia terlalu anggep remeh lawan jadinya merasa aman untuk nurunin si ‘Carsontoloyo’ itu. Tadinya gw kira raja blunder itu Paul Robinson eh ternyata ada yg lebih parah lagi. Aseli, kalo gw ada di pinggir lapangan pengen banget rasanya lari ke dalem buat nabog asal2an tuh Carsontoloyo trus gw kencingin asal2an ampe malu dia. Kayanya Liverpool harus mikir dua kali buat nerima dia lagi selese masa pinjamannya di Aston Villa. Kalo gw jadi Benitez langsung aja gw putus kontraknya. Alesannya: Ga terima kiper goblog yang ga ngerti cara nangkep bola.

Babak kedua lumayan, abis masuk si David B, mulai ngalir umpan2nya yang bahaya ke lini depan. Hasilnya Inggris dalam tempo 20 menit berhasil nyamain kedudukan. Sempat riang hati gw. Tapi pergantian Gareth Barry dengan David B ini bukan berarti tanpa resiko. Ini berarti Inggris ga punya holding midfielder lagi yang artinya barisan pertahanan yang udah lemah tadi makin kehilangan bantuan dalam bertahan. Hal ini keliatan ketika Inggris di counter-attack mereka rada keteteran karena 2 gelandang yang ada di tengah sama2 tipe gelandang serang yaitu Stevie G and Lampard . Harusnya si McLarentot itu lebih cerdik dalam membaca situasi: pertahanan Inggris rapuh, skor udah 2-2 cukup, permainan ala Inggris sulit berkembang karena lapangan juga licin. Kalo gw dalam situasi ini, gw bakal narik satu penyerang buat diganti sama gelandang yang tipe breaker ato holding midfielder . Biar aja maen bertahan cari seri, kalo tadi dia yg counter sekarang giliran kita yang counter. Masa bodo media bilang apa nantinya, yang penting lolos dulu, toh masih ada waktu buat berbenah sebelum eventnya.

Yah nasib sudah menjadi dubur apabole buat, sayang pemainnya jago, pelatihnya kebanyakan minum beer sampe ga ngerti lagi cara ngatur strategi dengan kepala dingin (padahal udah keujanan dia di pinggir lapangan). Jadi So Long England! see you in the next World Cup (if you can make it)! Too bad I can’t cheer for you in the upcoming Euro. Maybe I will cheer for Italy (my next favorite team) next year. But don’t worry, once you kick that lame Steve McLaren out, maybe I will come back to support you again.


Tindakan

Information

5 tanggapan

22 11 2007
Xanderâ„¢

Same as myself, as a great fans of England, I am dissapointed by todays game. It was a horrible play from England. Wayne Bridge, Lescott, and Carson, also Frank Lampard, I say, shouldn’t have played. England still has Nick Shorey as left back, and maybe Anton Ferdinand or Gardner as centre back, and of course, Owen Hargreaves as a midfielder. The villain of the defeat is the dumb Macca. Just…. get lost Macca…

Regards,
Xanderâ„¢

22 11 2007
alexaryo

Well the good news is Mr. McLaren is now officially fired! Phew Thank God! God Save The Queen!

22 11 2007
DJ

well…. i`m happy england din`t qualify, cause, they are too arogant… the claim that they are the founder of soccer, maybe they are a founder, but they are not a winner…

22 11 2007
DJ

they are a founder but they are definitely not a winner..

17 12 2007
CeRuLeaNSpHyRnA

euro cup without england.. this is something :)

post barunya mana yo

Tinggalkan komentar