Editor’s note: Post ini ditujukan bagi kalian cowo-cowo yang pernah merasakan sakitnya jatuh cinta dan merasakan betapa perihnya cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya cinta pada seseorang. I’m not talking about cinta monyet, cinta orang tua dan anak, atau cinta kepada Tuhan YME. Yang gw maksud di sini adalah rasa suka yang mendalam pada seorang gadis (well ga harus gadis sih yang penting wanita tulen) sehingga membuat lu berpikir: Hey, she’s the one I’ve been looking for. <<Checkpoint : Stop here if you’ve got no idea what I’ve been talking about, and please do contact the administrator for more details>>
Trus, gimana sih taunya kalo kita itu lagi having a crush on somebody? Well kira-kira sih kalau sedang dalam kondisi gitu, setiap saat pasti kepikiran doi, inginnya kalau bisa curi-curi kesempatan ketemu dengan doi walaupun hanya sekedar liat tampangnya doi (masih cakep apa kaga) dan say hello aja. Pendek kata, logika kita serasa dilumpuhkan dan kita seakan-akan tidak bisa berpikir dengan jernih. Apalagi kalo pas masa pdkt, si cewe juga seakan-akan memberi harapan, woooohoooo bisa-bisa tiap saat maunya nyanyi lagunya Tiket – Hanya Kamu Yang Bisa. Tapi gw yakin, dibalik semua itu, di dalam hati kecil lu pasti masih ada keraguan yang ga bisa lu bantah. Keraguan yang menyatakan ‘Apakah pada akhirnya gw bisa memiliki dia?’ Kalau sampe sini lu masih setuju dengan gw, lanjut gan.
I know that when people are having a crush they’re unable to think clearly. So, sebaiknya sebelum lu melanjutkan melancarkan jurus-jurus maut dalam mendapatkan hati si doi, ada baiknya lu berdiskusi sama temen-temen baik lu tentang si doi (hopefully they’re not in love like you do, which in the end makes them as clueless as you are) dan boleh juga lu simak hal-hal berikut, sebagai bahan pertimbangan sebelum lu menyesal di kemudian hari.
- Consider the possibility that she already has a boyfriend. Yah, gw tau ’sebelom janur bendera kuning berkibar masih milik bersama’. Ok aja kalo lu mau berpikir seperti itu, tapi coba tempatkan dirilu pada posisi cowonya, apakah lu mau cewe lu digodain bahkan direbut cowo lain? Dari mana kita bisa tau cewe itu dah punya pacar atau blom? Gampangnya sih tanya aja, tapi sebenernya kalo lu mau untuk cukup peka lu bisa tau kok cewe itu udah punya pacar atau blom sepinter apapun cewe itu menyembunyikannya.
- Lu patut mempertimbangkan untuk mundur kalo lu merasa bahwa keluarga cewe itu dari sisi ekonomi lebih mapan dari lu. Mungkin ada di antara lu yang ga setuju, but hey man, let’s face it, ini bukan lagi jaman di mana cinta lu aja cukup buat bikin bahagia si doi, doi gw rasa juga bukan orang bego yang mau diajak idup bersusah-susah manakala dia bisa dan biasa idup enak di bawah naungan bonyoknya atau bahkan cowonya yang sekarang. Misalkan: doi biasa ke mana-mana naik mobil ato taxi, sedangkan satu-satunya kendaraan yang lu punya adalah motor bebek yang setia menemani lu ke mana-mana.
- Jarak tempat tinggal doi dan lu. Kenapa ini jadi issue? Ya karena kalo lu kemana-mana naek motor (point no 2), dan rumah si doi sama rumah lu itu jauhnya ujung ke ujung, katakanlah rumah lu terletak jauh di utara Jakarta, misalkan di daerah Pluit, dan rumah si doi terletak di pelosok selatan Jakarta, misal di daerah Ciputat, atau lu tinggal di Bekasi n si doi tinggal di Daan Mogot, lama-lama amsiong juga kan. And, kalo lu memutuskan untuk naek taxi, siap2 aja gaji bulan ini numpang lewat doang.
- Ga ada tanda-tanda bahwa dia juga suka sama lu. Ok, so you’ve done everything from treating her a nice lunch, nemenin doi jalan-jalan windows shopping (walaupun sebenernya lu bakal sebel banget andaikata nyokaplu yang minta lu temenin), bahkan sampai rela menunda waktu pulang kantor lu demi nemenin dia yang belom dapet tebengan pulang. Dan setelah semua itu dia belum menunjukkan tanda-tanda? Well, there are other fishes in the sea, brother. (Tips on knowing whether a girl likes you or not here)
- Ada kemungkinan lu bukan tipenya. Tiap orang punya preferences masing-masing, ada yang suka cewe yang tampangnya oriental, ada yang suka cewe tampang indo, dst dst. Nah, kalau udah menyangkut yang satu ini sih repot, karena andaikata doi demennya cowo yang putih, tinggi, rambutnya lurus, sedangkan lu adalah cowo yang berkulit rada gelap, ga terlalu tinggi, dan rambutnya berombak tsunami, what can you do?
- Maintenance cost tinggi. Terdengar absurd? Wajar. Yang gw maksud di sini adalah, mungkin aja lu suka sama doi because of the way she look. Lu tergila-gila sama doi karena doi itu tampangnya mirip kaya bintang-bintang film Taiwan atau gaya berpakaiannya yang always modis. Kalau gw sih ga mau buang-buang duit gw untuk biaya perawatan doi, karena sehebat apapun orang berusaha mempertahankan kecantikan luar atau penampilan, pada suatu saat itu bakalan pudar kok, tapi kalau inner beauty lain soal.
- Doi demen barang-barang mahal dan bermerek. Misalkan: doi cerita bahwa dia pernah beli sepatu merek terkenal yang harganya bikin lu berpikir 2x untuk ngeluarin duit andaikata lu jadi dia. Dan andaikata doi bilang bahwa sebuah jaket seharga 500 rb itu terbilang murah untuk merek yang diusungnya, sedangkan bagi lu, lu gak akan berpikir 2x buat mempertimbangkan mau beli jaket itu apa ngga (karena pasti ga bakal beli!), well, she’s definitely not the one for you. Why? Pendek kata dia lebih ke merek, lu lebih ke harga dan harga ga pernah akur tuh sama merek.
- Dia demen shopping hal-hal yang berbau fashion serta rela merogoh kocek dalam-dalam demi hal tersebut dan lu ngga. Sudah cukup jelas….
- Selera lu jauh berbeda dalam hal musik. Ini mungkin tampak konyol tapi it’s really true. Kenapa musik jadi penting? Karena bagi gw orang yang ngga bisa nikmatin musik, berarti dia ngga bisa nikmatin hidup. Misalkan: menurut lu K Band (tebak sendiri kepanjangannya apa) bagus banget tapi doi lebih seneng dengerin L’arc~en~Ciel, yah mungkin memang lu berdua bukan ditakdirkan untuk bersama
Well, mungkin setelah membaca hal-hal di atas, ada yang setuju ada yang tidak. Kalau misalkan lu mengalami hal-hal yang gw ceritain di atas dan mulai berpikir ulang untuk meneruskan usaha lu merebut hati doi, hey I’m with you brother. Tapi kalo misalkan lu mengalami hal-hal di atas dan terus berpikir untuk maju hajar bleh, be my guess, gw salut sama kegigihan lu. Pesen gw (dikutip dari temen gw yang bisa cukup berpikir jernih pas lagi dia ngomong ini) : Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, pengorbanan lu harus besar juga. Well sampai mana lu mo berkorban itu sih urusan lu pribadi. I myself feel that I’ve reached my threshold and it’s time to start to get over her.
C U on the next post (“(^_^)”)